Dinilai Suka Mengorbankan Bawahan, Polisi di Papua Tidak Dukung Paulus Waterpauw

Dua dari empat Anggota Polisi yang dibunuh oleh Paulus Waterpauw melalui tangan para demonstran pada Bentrok 16 Maret 2006. @Google.com

JAYAPURA, Westpapuanews.Org — Rencana Paulus Waterpauw, Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat Kapolda Sumatera Utara untuk maju bertarung di Pilgub Papua 2018 mendatang ternyata tidak didukung prajurit Polisi di Tanah Papua karena ia dinilai suka mengorbankan bawahannya sendiri demi mempermulus kariernya di jajaran Kepolisian.

Hal ini disampaikan seorang Anggota Brimob Papua, sebut saja Anto, melalui pesan singkat yang diterima Redaksi Westpapuanews.Org.

“Terus terang, kami yang berpangkat rendah tidak suka Jenderal ini jadi Gubernur karena beliau banyak mengorbankan bawahannya melalui berbagai operasi militer atau penanganan demo di Papua,” kata Anto.

Anto mencontohkan, penanganan aksi demo Mahasiswa dan Masyarakat pada 16 Maret 2006 di depan Kampus Universitas Cenderawasih. (KlikHari Ini, 11 Tahun Bentrok 16 Maret Abepura).

Menurut Anto, pembubaran massa tanpa mempedulikan negosiasi saat itu diatur oleh Direskrim Polda Polda Papua Paulus Waterpauw dan didukung bawahannya seperti Yan Piet Reba, Dominggus Rumaropen dan Robert Djonsoe.

“Yang terjadi adalah pembunuhan sadis terhadap bawahan sendiri menggunakan tangan masyarakat dan mahasiswa,” beber Anto dengan nada sedih.

Menurut Anto, Paulus Waterpauw menjadi otak dari skenario jahat ini dengan memerintah 100-an Anggota Polisi dan Brimob tanpa menggunakan senjata berhadapan dengan massa berjumlah sekitar 3.000-an bersenjatakan batu, golok dan pisau.

“Ini jelas diatur dan kami di Internal Kepolisian tahu itu. Kami yang bawahan harus dikorbankan dan dengan alasan itu masyarakat dan mahasiswa bisa dikejar-kejar Polisi, padahal saat itu mereka demo melawan kejahatan PT Freeport,” jelas Anto.

Skenario Paulus Waterpauw saat itu berhasil mengorbankan 4 Anggota Polisi dan Brimob, salah satunya Anggota Brimob bernama Arizona Rahman.

Setelah bawahan mereka dibunuh menggunakan tangan masyarakat dan mahasiswa, karier Paulus Waterpauw dan beberapa petinggi Polisi lainnya langsung meroket.

Anto mengatakan, Bintang Paulus Waterpauw benar-benar bersinar setelah 4 bawahannya tewas dirajam di depan Kampus Uncen Abepura.

Dia memastikan, saat ini Paulus Waterpauw hanya didukung oleh perwira Polisi dan ini terkait dengan beberapa proyek hitam seperti ilegal logging, tambang emas ilegal, Miras dan operasi militer.

“Kami yang bawahan tidak akan mendukung walaupun saat ini sudah ada instruksi terselubung dari Kapolda Papua untuk mengamankan istri-istri Polisi memilih Paulus Waterpauw jika beliau lolos sebagai Calon Gubernur,” tegasnya.

Saat ini, ketika Tokoh Papua lainnya berusaha meloby ke Jakarta untuk mendapat dukungan Politik dan Parpol, Paulus Waterpauw dan Tim Suksesnya justru sibuk mengkriminalisasi dan membunuh karakter Lukas Enembe. Klik di link ini dan link ini dan simak informasinya.■

Facebook Comments

1.591 tanggapan untuk “Dinilai Suka Mengorbankan Bawahan, Polisi di Papua Tidak Dukung Paulus Waterpauw