Memata-matai Pejuang Papua, Rezim Fasis Joko Widodo Rela Jadi Pelanggan Setia Alat Sadap Pegasus Buatan NSO Israel Sejak Tahun 2016

Ilustrasi Alat sadap Pegasus buatan NSO Israel digunakan Rezim Fasis Joko Widodo untuk memata-matai Para Pejuang Papua.@WPNewsOrg.

Westpapuanews.Org, JAKARTA — Kontras dengan sikapnya yang selalu tampil membela bangsa Palestina dan mengutuk Israel di setiap kesempatan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ternyata secara diam-diam, tanpa diketahui sekutu muslim Palestina-nya, telah menjadikan rezim fasis-nya secara setia berlangganan alat sadap Pegasus buatan NSO Israel.

Setiap tahun sejak 2016 silam, Rezim Joko Widodo rutin menyetor Rp 450 Milyar kepada NSO Group Israel. Alat ini digunakan oleh satuan Intelijen Indonesia untuk memata-matai para pejuang Papua sejak tahun 2016 lalu.

Alat sadap ini juga digunakan untuk menyadap para aktivis anti-korupsi, pembela HAM, aktivis lingkungan hidup, kelompok teroris Islam dan siapa saja yang dianggap mengganggu rezim fasis Joko Widodo.

Bagaimana ceritanya? Anggota Komisi Pertahanan dan Intelijen DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Effendi Muara Sakti Simbolon, dan politikus Partai Demokrat, Sjarifuddin Hasan, membenarkan adanya Pegasus.

“Barang itu sudah lama digunakan,” ujar Effendi kepada Tempo Edisi 27 Juni 2020. Menolak menyebut nama lembaga negara yang menggunakan peralatan itu, Effendi mengatakan Pegasus digunakan untuk memata-matai kelompok teroris. Salah satunya untuk Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah yang berlangsung sejak 2016. Dia juga mengungkapkan Pegasus dipakai untuk mengejar kelompok bersenjata di Papua.

Berbagai kelompok kritis di Indonesia mengkhawatirkan keberadaan alat sadap Pegasus di tangan satuan Intelijen Indonesia rawan disalahgunakan oleh rezim Fasis Joko Widodo untuk memberangus pihak-pihak yang kritis terhadap rezim ini.

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menlu Palestina Riyad al-Maliki di Istana Negara pada 15 Oktober 2018. Menlu Palestina berterima kasih atas dukungan Indonesia terhadap Palestina.@Metrotvnews.

Jejak Pegasus di Indonesia

Seorang sumber yang mengetahui kehadiran Pegasus menyebutkan alat itu dibanderol Rp 450 miliar. Menurut sumber tersebut, alat itu diduga dimiliki lembaga intelijen yang berada di Jakarta Selatan. NSO Group Technologies dalam brosur pengenalan produknya menyatakan Pegasus hanya diperuntukkan bagi organisasi yang berwenang melawan kejahatan dan teroris.

Namun faktanya, beberapa negara menggunakan alat sadap Pegasus untuk mengintai dan membunuh para aktivis yang kritis terhadap pemerintah. Mantan anggota staf intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, menuding Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk mengintai Jamal Khashoggi, yang kritis kepada pemerintah Saudi. Khashoggi tewas dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Jejak Pegasus di Indonesia terekam dalam dokumen gugatan yang diajukan WhatsApp melalui perusahaan induknya, Facebook, kepada NSO pada Oktober tahun lalu ke Pengadilan Federal di San Francisco, Amerika Serikat. Facebook menuding NSO meretas 1.400 akun yang sebagian dimiliki aktivis dan jurnalis.

Facebook menyebutkan NSO membuat akun WhatsApp yang digunakan untuk mengirim malware ke perangkat target. Akun itu menggunakan nomor telepon Indonesia, Brasil, Israel, Swedia, Belanda, dan Siprus. Namun NSO membantah tudingan peretasan itu.□

Facebook Comments