Polisi Indonesia Pukul Tuan Kebun Sampai Mati Ditempat

Merauke, Asikie,
Sabtu, 16 Mei 2020

Perusahaan Korindo yang berkontraksi di areal hutan tropis tanah Ha – Anim sejak 40 tahun lalu kembali membawa malapetaka bagi rakyat Papua.

Kejadian pembunuhan pada hari sabtu siang oleh oknum kepolisian tentang pembukaan lahan kelapa sawit baru diareal kebun Bapa : Marius Betera (Wambon). Penggusuran tersebut masuk mengambil areal kebun tanam menanam tanpa ada pemberitahuan/perijinan resmi dari tuan kebun.

Jadi, merasa tidak terima, Bapa Marius pergi mengeluh dan marah – marah di Kantor Administrasi Perusahaan Camp 19. Dan Karena Bapa Marius mungkin marah – marah sambil pegang busur anak panah, akhirnya karyawan kantor menelpon langsung ke polsek/pos penjagaan polisi.

Tidak lama kemudian polisi tiba di tempat keributan langsung tanpa tanya datang keroyok dan pukul Bapa Marius sampai mati di tempat. Ketika sudah mati di tempat kejadian, polisi masih cari alasan untuk bawa ke rumah sakit agar tidak bertanggung jawab dengan kematian tersebut.

(Untuk video, dapat dilihat di link bawah)


Facebook groups

Aparat kepolisian yang berjaga di sekitar perusahaan adalah anjing – anjing penjaga modal yang biasa makan dari hasil darah dan rampasan. Mereka adalah kumpulan para budak – budak yang meraung – raung saat majikannya (kapitalisme) di ganggu.

Bagi seluruh rakyat Papua yang berada di pinggiran perusahaan perusak hutan dan lingkungan seperti Korindo ini, segera ambil langkah – langkah tegas untuk memberi ultimatum kepada pihak perusahaan. Jangan takut, ini tanah kami, tanah Papua.

Muyu, Mandobo, Awuyu, Kombai, Korowai, Malind. Jangan diam, Papua itu satu, kita diam kita habis. Nilai manusia lebih penting dari uang. Tinggalkan suap menyuap, rayu merayu, bujuk membujuk. Bangkit berdiri lawan Kolonialisme Indonesia (penjajah) dan Kapitalisme Korea (pengisap) diatas tanah leluhur Papua. Karena kebenaran sedang mengawasi kita.

Amai Ambe Tarep umane kepko…!
Tanah air atau mati,
Mati baru habis !

Sumber:
Oleh:Sekjen Satu KNPB Almasuh
Tuan:John Denver II

Facebook Comments