TNPB: Peringatan keras terhadap warga sipil sebagai mata-mata TNI-POLRI di wilayah perang

Prajurit TPNPB Wilayah Kodap 8 Kemabu, Intan Jay – West Papua

WEST PAPUA | MINGGU, 24 MEI 2020

Menyikapi perkembangan dan situasi keamanan di tanah Papua secara khusus di medan perang yang berdampak terhadap jatuhnya korban dari warga sipil, maka TPNPB melalui juru bicara TPNPB Sebby Sambom bahwa Mayor Lekagak Telenggen Komadan Operasi umum Militer TPNPB-OPM telah mengeluarkan seruan sebagai berikut:

  1. Pemerintah Indonesia melalui TNI-POLRI di lapangan operasi segera hentikan menggunakan Warga Masyarakat setempat sebagai mata-mata TNI-POLRI di Wilayah Perang seperti Ndugama, Intan Jaya, Tembagapura dan Pengunungan bintang serta Papua lainya.
  2. Kepada Warga sipil di Tanah Papua pada umumnya dan khususnya Masyarakat setempat untuk di Wilayah perang seperti Ndugama, Intanjaya, Tembagapura, Pengunungan Bintang, dan Papua lainnya dilarang keras mengikuti bujukan Pasukan TNI-POLRI untuk menjadi mata -mata Indonesia membawa muka kedepan mengejar Pasukan TPNPB-OPM, karena Pasukan TPNPB-OPM siap menebak mati dan siap bertanggung jawab atas pengorbanannya. Hati-hati bergabung bersama Pasukan TNI-POLRI.
  3. Pemerintah Indonesia segera umumkan 4 orang Anggota Pasukan Keamanan Indonesia TNI-POLRI yang gugur bersama 1 Orang Warga sipil tewas adalah Kesalahan Pasukan TNI-POLRI, maka segera bertanggung jawab.
  1. Sesuai dengan Hukum Revolusi gerliya, siapapun orang Papua yang jadi Agen TNI-POLRI adalah musuh utama Pasukan TPNPB-OPM, jika tidak ada ampun akan tembak mati,hal ini berlaku untuk seluruh wilayah teritorial West Papua dalam 33 Kodap TPNPB di bawa Pimpinan Panglima Tinggi Jenderal Gen Goliat Tabuni dan Komadan Operasih umum TPNPB se Tanah Papua Mayor Jenderal Lekagak Telenggen siap bertanggung jawab apabila pasukan TPNPB-OPM Menembak Mati warga sipil yang bergabung dengan Pasukan Keamanan IndonesiaTNI-POLRI.
Facebook Comments

14 tanggapan untuk “TNPB: Peringatan keras terhadap warga sipil sebagai mata-mata TNI-POLRI di wilayah perang

Komentar ditutup.