TPNPB Dukung Rusia Serbu Ukraina, Indonesia Seharusnya Diam

Juru Bicara Militer TPNPB Sebby Sambom. Pihaknya mendukung serbuan Rusia ke Ukraina @TPNPB

JAKARTA, Westpapuanews.Org — Serbuan Rusia ke Ukraina akibat provokasi AS dan NATO di wilayah Balkan mendapat tanggapan dari pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Dalam rilis pers yang diterima Westpapuanews.Org pada Sabtu (5/3/22) kemarin, Sebby menyatakan sikap TPNPB mendukung apa yang dilakukan Rusia.

“Serangan Russia ke Ukraina wajar dan masuk akal karena pemerintah Ukraine melalui pasukan militer dan polisi-nya lakukan genosida terhadap orang asli Ukraina di dua wilayah (Donetsk dan Luhansk) yang mau merdeka sendiri,” kata Sebby.

Sebby menambahkan pihaknya sudah mengikuti pidato presiden Vladimir Putin pada hari kedua serbuan Rusia ke Ukraina dimana Putin secara jelas mengatakan bahwa pemerintah Ukraina telah dan sedang melakukan genosida terhadap orang asli Ukraina yang ingin nerdeka sendiri.

“Jadi intinya pemerintah Russia mendukung kelompok separatis Ukraina, dan itu harus Russia lakukan demi memihak dan menolong kelompok yang lemah, yang merupakan orang-orang satu rumpun dengan Russia,” jelas Sebby.

Dalam rilis pers yang sama Sebby juga mengritik sikap pemerintah Indonesia yang ikut-ikutan Amerika dalam konflik Rusia dan Ukraina, tetapi sembunyikan kejahatan negaranya yang mana telah dan sedang lakukan genosida di Papua terhadap orang Asli Papua.

Menurut Sebby, sebenarnya Indonesia harus diam karena Indonesia juga melakukan genosida di Papua terhadap orang Asli Papua, bahwa Indonesia dan Ukraina adalah sama-sama negara jahat yang masih lakukan genosida terhadap orang asli di dua Wilayah ini.

“Indonesia-Ukraina adalah antek Kapitalis Amerika dan keduanya lakukan kejahatan kemanusiaan kepada orang asli dan kelompok separatis masing-masing di Indonesia (West Papua) dan Ukraina (Donetsk dan Luhansk),” jelas Sebby.

Sebby menambahkan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menyampaikan kepada publik secara Internasional dan Nasional bahwa pemimpin Indonesia dari presiden dan kabinetnya adalah orang-orang yang tidak memiliki nilai kemanusiaan.

“Mereka memiliki watak yang rakus dan kriminal yang mana telah dan sedang rampok kekayaan bangsa Papua sambil membunuh pemiliknya,” ungkap Sebby.

Sebagaimana diketahui, Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Senin (21/2/2022) mengakui dua wilayah Ukraina, Donetsk dan Luhansk, yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Dia pun memerintahkan tentara Rusia untuk meluncurkan “operasi penjaga perdamaian” ke dua wilayah tersebut. 

“Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya sudah dibuat sejak lama, (yaitu) untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk,” kata Putin seperti dikutip Reuters.■