Waspada! PT Modern Mulai Sebar Tukang Potong Kepala Manusia

ELELIM, Papuanpaper.Online — PT Modern Widya Technical atau lidah OAP menyebutnya sebagai Pete Moderen yang beralamat di Pusat Perdagangan Jayapura Pasifik Permai Blok G No. 18- 19, Mandala, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Perusahaan Konstruksi Jalan dan Jembatan di sebagian besar wilayah Tanah Papua ini mulai menyebarkan tukang potong kepala manusia atau tukang potong leher.

Dalam tradisi pembangunan jembatan, kepala manusia diperlukan untuk dipancang bersama tiang pancang utama guna menjaga agar jembatan kuat dan berumur panjang.

Pekan lalu, tepatnya Minggu (01/11/2020) lalu, seorang warga Yalimo bernama Finsen Mirin (45) asal suku Mek di Kabupaten Yalimo hampir menjadi korban gerombolan potong leher PT Modern.

Sejak bulan lalu telah beredar kabar di kalangan masyarakat Kabupaten Yalimo, bahwa PT Modern sedang memerlukan kepala manusia untuk digunakan sebagai penunggu jembatan kali Habie.

Ada semacam sayembara terselubung untuk memberi hadiah uang kepada siapa saja yang berhasil menangkap orang dan diserahkan dalam keadaan hidup ke PT Modern yang saat ini sedang membangun jembatan kali Habie.

Kronologisnya, Finsen yang berasal dari kampung Hiyahabak membawa pisang ke kampung Aluis menggunakan jasa Ojek. Dari kampung Aluis, Finsen minta ojek mengantar lagi ke pertigaan jalan depan Kios Indra.

Dari Kios Indra, Finsen kemudian mencari anaknya di sekitar lokasi Gereja Kingmi. Tiba-tiba dua orang muncul dari belakang Finsen yang tidak menyadari sedang dalam bahaya. Dua orang itu langsung menyemprot bius ke tubuh Finsen memasukannya ke dalam karung yang sudah disiapkan setelah dia pingsan dan terkapar.

Tetapi Finsen beruntung karena di sekitar lokasi kejadian itu ada seorang anak muda yang sempat lewat. Namun dua orang pelaku lebih dahulu melihat anak muda tersebut dan karena panik, karung yang berisi tubuh korban langsung dibuang di belakang gedung gereja Kingmi.

Besoknya, Senin (02/11/2020) pagi pihak keluarga yang mencari Finsen menemukan korban dalam keadaan bisu, tidak dapat berbicara lagi dan terbungkus rapi dengan karung goni.

Oleh keluarga, korban Finsen diantar ke rumah dan selanjutnya pada sekitar pukul 11.00 WIT Finsen diantar ke Puskesmas Elelim untuk mendapat pertolongan medis.

Sampai berita ini ditulis, korban Finsen masih dalam kondisi lemah dan masih menjalani perawatan. “Seluruh warga Yalimo akan melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati setelah Finsen pulih kembali dan menceritakan kronolgis yang sempat dia ingat sebelum pingsan karena dibius,” kata seorang warga Yalimo.

Warga ini juga meminta masyarakat Kabupaten Yalimo untuk tidak bepergian keluar rumah sendirian. “Ada orang Papua yang di pasang oleh pihak PT Modern untuk mencari orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan untuk keperluan pembangunan jembatan kali Habie.

PT Modern Widya Technical saat ini diduga membiayai calon Bupati tertentu dalam Pilkada Kabupaten Yalimo dan Kabupaten lainnya yang akan digelar 9 Desember 2020.■

source: Papuan Paper Oline

#LawanFasismeJokowi

#PapuaMerdeka

#FreeWestPapua ✊🏾

Facebook Comments