Aksi Demo Front Demokrasi untuk Papua Tolak Otsus Jilid II dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua

Front Demokrasi untuk Papua

A. Kronologis Aksi

  1. Pukul 10.30 Wita

Kawan Nyamuk selaku korlap membuka orasi dan juga menyampaikan terkait kondisi di Papua yang sedang tidak baik-baik saja.

  1. Pukul 10.40 Wita

Alaibo melanjutkan orasi, kemudian menegaskan bahwa aksi kita adalah aksi damai.

  1. Pukul 10.48 Wita

Korlap kembali mengambil-alih untuk berorasi, dengan menceritakan awal mula dari kemerdekaan Indonesia hingga kemerdekaan West Papua sebagai bahan perbandingan sebagai bangsa yang sama-sama pernah terjajah.

  1. Pukul 10.51 Wita

Orasi kawan Soly berosi, dengan menyampaikan bahwa kita turun ke jalan ingin menyampaikan aspirasi rakyat Papua yang tidak menginginkan Otsus dan juga keresahan akan kejahatan yang dilakukan oleh militer.

  1. Pukul 11.00 Wita

Korlap kembali mengambil alih, lali melanjutkan paparan tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan bangsa west Papua.

  1. Pukul 11.06 Wita

Kawan Natalius melanjutkan orasi, dengan menegaskan bahwa kami rakyat Papua memperjuangkan hak demokratis dan juga untuk melepaskan diri dari penjajahan kolonialisme, kemudian menyentil juga yang dilakukan oleh negara pada rakyatnya, lebih-lebih di NTB, investor lebih dipentingkan sehingga tanah rakyat banyak yang digusur.

  1. Pukul 11.21 Wita

Kembali diambil alih oleh korlap, lalu memberitahukan bahwa militerisme berpihak pada kapitalis bukan rakyat.

  1. Pukul 11.23 Wita

Kawan perempuan massa aksi diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi, kemudian dalam penyampaiaannya dia menyatakan bahwa ras milenesia makin hari berkurang lantaran pembunuhan terus terjadi lalu bangsa Indonesia hanya menginginkan kekayaan alam yang ada disana. Sesekali dia berteriak tolak OTSUS di Papua dan West Papua.

  1. Pukul 11.30 Wita

Kawan Yohanes berorasi, dia menyampaikan akan manipulasi sejarah yang dilakukan Indonesia terhadap bangsa Papua dan juga OTSUS tidaklah diperuntunkan pada bangsa Papua tapi untuk elit yang ada di birokrasi pemerintah.

  1. Pukul 11.39 Wita
    Korlap kembali mengambil alih, pada saat itu juga ada massa aksi dari LMND, GMNI, dan Serikat Tani yang menuju ke kantor DPR, mereka saling menyapa dan memberikan semangat.
  2. Pukul 11.44 Wita

Massa aksi Front Demokrasi Untuk Rakyat Papua memutar lagu Daerah Papua.

  1. Pukul 11.55 Wita

Front Demokrasi Untuk Papua membaca tuntutan aksi.

  1. Jam 12.00 Wita

Massa aksi selesai membacakan tuntutan lalu kembali pulang.

B. Tuntutan

“Tolak Otsus Jilid II dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri bagi Bangsa West Papua sebagai Solusi Demokratis”

  1. Menolak dengan tegas perpanjangan pemberlakuan Otonomi Khusus jilid II dalam bentuk apapun diteritori West Papua (Papua-Papua Barat);
  2. Menolak segala bentuk kompromi sepihak serta agenda-agenda pembahasan dan keputusan yang tidak melibatkan rakyat Papua selaku subjek dan objek seluruh persoalan di Papua;
  3. Segera kembalikan kepada rakyat Papua untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri (apakah menerima Otsus atau merdeka sebagai sebuah Negara);
  4. Mengutuk keras elite politik Papua yang mengatasnamakan rakyat untuk agenda dialog dan perpanjangan otonomi khusus;
  5. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan rasisme terhadap tahanan politik dan mahasiswa Papua dan bebaskan seluruh tahanan politik dan aktivis anti-rasisme Papua;
  6. Kami meminta untuk dibukanya akses jurnalis asing masuk ke tanah Papua;
  7. Cabut DO 4 Mahasiswa Unkhair;
  8. Mendesak pemerintah menarik personel militer organik dan nonorganik dari Nduga, Intan Jaya, dan seluruh tanah papua;
  9. menolak hasil Penentuan Pendapat Rakyat alias Pepera tahun 1969, yang dinilai tidak demokratis;
  10. Hentikan diskriminasi ruang demokrasi bagi mahasiswa papua di kampus-kampus seluruh indonesia;
  11. Hentikan pengejaran dan pemantauan oleh pihak Polda NTB terhadap mahasiswa papua di NTB dan solidaritas Indonesia pro terhadap rakyat dan bangsa West Papua;
  12. Kami mengutuk dengan tegas ketua GMKI suadara prandy yang menjadi provokator terhadap perjuangan demokratik Rakyat-Bangsa West Papua;
  13. Tolak Pembangunan Kodim di Kabupaten Tambrao;
  14. Tolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru di Papua;
  15. Gratiskan biaya kuliah selama pandemi;
  16. Hentikan perampasan lahan dan kriminalisasi terhadap petani di NTB;
  17. Bebaskan massa aksi Tolak Omnibus Law dan 3 petani Sopeng yang ditahan;
  18. Cabut UU Omnibus Law dan Sahkan RUU PKS juga RUU PRT; dan
  19. Kami Rakyat dan Bangsa West Papua dan Solidaritas Indonesia meminta diberikan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Rakyat Papua.

Medan Juang, 25 Januari 2021

Panjang Umur Perlawanan,

Front Demokrasi untuk Papua

Berita photos:

Facebook Comments