Intel Aparat Menegur Tuan Dusun Dengan Motif Tidak Jelas di Boven Digoel

Boven Digoel,
Kamis, 4 – 2 – 2021 |

Kronologi Kejadian :

Lagi – lagi 2 orang Intel Kopassus mengadakan penekan (teror) terhadap mama Kornelia Ninggan sekitar jam 11: 30 wpb. Tempat kejadian di Jl. Baru Statistik Trans Papua, Boven Digoel pada hari Kamis, 04 Februari 2021.

Awal kejadian mama Kornelia Ninggan ini sedang mengambil kayu bakar (kayu kering) bersama suami di pinggir Jl. Baru Statistik, tapi posisi suami mama Kornelia berada cukup jauh. Tiba – tiba mobil Pajero warna putih berhenti dan 2 orang turun dari mobil lalu menegur mama Kornelia : ” Jangan potong – potong kayu disini “. Padahal, pemilik tanah (dusun) sah adalah mama Kornelia dan suaminya.

Akhirnya, mama Kornelia merasa tidak terima dengan teguran itu, langsung spontan mengadakan aksi adu mulut terhadap 2 orang Intel Kopassus itu. Mendengar suara ribut – ribut, keponakan (laki – laki) mama Kornelia yang juga berada tidak jauh dari sumber suara keributan, maka dengan secepat mungkin berlari dan mengambil gambar hidup (video) sambil mengecam tindakan 2 orang Intel itu.

Anak – anak keponakan mama Kornelia yang merasa tidak terima dengan perlakuan itu dan dengan tegas mengatakan agar : ” jangan datang untuk ancam – ancam dan ganggu kita diatas kita punya tanah “.


Tambahan :

Boven Digoel adalah bagian dari wilayah kepentingan kapitalisme (pengisap), dan wilayah manajemen konflik Kolonial Indonesia. Lahan – lahan baru yang akan di duduki tapi masih dihuni masyarakat setempat akan di petakan, dipaksakan, dan di pengaruhi oleh militer setempat. Saat hendak melawan dan bersuara, ancaman kematian akan datang terus menerus. Satu – satu jalan harus siap mati demi membuktikan kebenaran diatas tanah kami, tanah Papua.

Mereka menganggap kami orang Papua miskin dan bodoh tidak pantas hidup ditanah yang kaya. Jalan yang pemerintah buat untuk umum saja masih berhutang kepada tuan – tuan dusun atas nama pembangunan. Perlakuan seperti yang di alami mama Kornelia Ninggan ini sudah banyak terjadi di semua daerah di Papua. Mengapa harus terjadi ? Apa tujuannya ? Supaya orang Papua musnah secepat mungkin diatas tanahnya sendiri yang kaya. Sesungguhnya penindasan dan penjajahan terhadap orang Papua ada di depan mata kepala !

HANYA TOLAK OTSUS JILID 2, SETELAH ITU MENENTUKAN NASIB SENDIRI MELALUI REFERENDUM YANG AKAN MENYELAMATKAN ORANG PAPUA DARI ANCAMAN KEPUNAHAN !

Saksikan Video dibawah, yang di rekam langsung oleh keponakan Mama Kornelia Ninggan. (Share)
Sumber berita : Langsung dari Korban !

Facebook Comments