Menolak Perusahaan Tebu di wilayah Adat Marga Kwipalo di Muckai dan Waipro – Yeinan – Merauke

SPMNews.Org – Yeinan, 2 Februari 2026 — Blandin Kakayo Jagebob dari Marga Kwipalo, Suku Yei, melakukan pemasangan palang informasi penolakan terhadap perusahaan tebu di wilayah adat milik Marga Kwipalo di  Muckai dan Waipro.

SPMNews.Org Menerima telepon langsung dari lokasi demonstrasi  kegiatan penolakan kejahatan dan perampokan secara ilegal oleh PT Murni Nusantara Mandiri karena mendapat izin dan dukungan langsung dari pasukan TNI/POLRI yang setiap hari mengintimidasi rakyat orang asli Papua di Kwipalo, Muckay and Wairpo bersama keberadaan perusahaan tebu ini sangat-sangat meresahkan masyarakat dan aparat selalu mengintimidasi orang asli Papua setiap hari sehingga kami merasa sangat trauma sekali dengan kehadiran aparat kriminal TNI/POLRI di wilayah perkampungan kami.

SPMNews.Org Kegiatan ini secara damai di organisir oleh perwakilan Perempuan Yei yang sangat peduli dan perhatian dengan  kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh oligarki kayu, oligarki sawit, oligarki tambang yang selalu mengeksploitasi serta mengunggulkan, membabat habis seluruh habitat alam yang ada di wilayah pusaka kami sejak nenek moyang kami turun-temurun. Lihatlah contoh yang telah dan sedang terjadi di Aceh, Sumatra, batak banjir yang sangat besar-besaran hingga ribuan keluarga kami menjadi korban atas pengalaman ini dan sekaligus sebagai orang asli pribumi tanah adalah mama kami maka ini adalah kewajiban kami untuk menjaganya demi masa depan orang asli Papua dan sebelum Papua Merdeka! Sehingga kegiatan ini diorganisir oleh mama-mama yang telah mengorganisir diri mereka untuk mempertahankan tanah adatnya.

SPMNews.Org Wilayah adat Marga Kwipalo diduga telah dirampok secara paksa dan sewenang-wenang karena mendapat dukungan langsung dari aparat kriminal kolonial penjajah TNI/POLRI bersama perusahaan illegal perampok PT Murni Nusantara Mandiri dan kemudian diberikan kepada Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan Kodam XXIV/MT, Yonif TP 817/AOBA, dengan tujuan mengamankan aktivitas perusahaan demi memperlancar pengusiran secara paksa pemilik dusun dengan moncong senjata karena itu perintah Prabowo Subianto-Giran yang telah berusahaa mati-matian demi kepentingan investasi asing atas hasil usaha perjalanan luar negeri yang telah sukess menjual setiap keping-keping tanah milik orang asli Papua telah dilelangkan ke perusahaan-perusahaan konglomerat international Uniliver, Black Rock, JF Morgan imprealis international selama perjalanan luar negeri walaupun Aceh, Batak, Sumatra banyak rakyat yang telah mati tetapi Prabowo-Gibran malas tahu dan membiarkan rakyat Sumatra, Aceh, Batak menderita yang terpenting Prabowo, Surya Paloh, dan Luhut Panjaitan bisa berdangsa diatas darah-darah dan bangkai rakyat Sumatra sebab perusahaan kayu, dan kelapa sawit tetap berjalan lancar dan aman sambil memberikan uang yang berlipat ganda disaku-saku mereka.

Tulisan yang tertera pada plang informasi tersebut berbunyi: 

“TANAH ADAT MILIK MARGA KWIPALO. 

TOLAK PT MURNI NUSANTARA MANDIRI. TOLAK PSN MERAUKE.”

SPMNews.Org Pimpinan Marga Kwipalo, Vincet Kwipalo, meminta pemerintah kolonial Indonesia, anggota kolonial TNI, dan pihak perusahaan illegal dan perampok dusun kami segera  mengembalikan tanah adat Marga Kwipalo secara utuh, karena Marga Kwipalo tidak pernah menjalin kerja sama dengan korporasi mana pun kepada penjajah NKRI, dan perusahaan pencuri tanah kami PT Murni Nusantara Mandiri serta kami menolak seluruh PSN ditanah Merauke sebab kami mendukung kampanye International untuk memboikot seluruh perusahaan-perusahaan dan aktivitas perusahaan kolonial Indonesia, investasi asing illegal diseluruh tanah Papua dan lebih khususnya di Merauke. 

Catatan admin:
Teruntuk anak muda Papua di manapun dan khususnya di selatan Papua. Mari berdiri bersama orang tua dalam menjaga tanah leluhur.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *