Warning: rename(/homepages/0/d658124315/htdocs/app658138783/wp-statistics.log,/homepages/0/d658124315/htdocs/app658138783/wp-content/uploads/wp-statistics/debug.log): Permission denied in /homepages/0/d658124315/htdocs/app658138783/wp-content/plugins/wp-statistics/includes/class-wp-statistics.php on line 255
Pasukan Setan Terrorist TNI Sudah Mengepung Warga Sipil Yang Mengungsi Di Beberapa Distrik Kabupaten Nduga – Westpapuanews.Org

Pasukan Setan Terrorist TNI Sudah Mengepung Warga Sipil Yang Mengungsi Di Beberapa Distrik Kabupaten Nduga

Indonesian Fascist and Terrorist military are attacking civilians in Nduga Regency

The TPNPB-OPM NEWS

Hari ini Tanggal 8 Juli 2021

PEMERINTAH INDONESIA MELALUI PASUKAN SETAN SUDAH  KEPUNG DAERAH TEMPAT PENGUNGSI WARGA SIPIL DI BEBERAPA DISTRIK  KABUPATEN NDUGA PAPUA.

Hal tersebut di laporkan oleh sala satu Warga Sipil perwakilan Pengungsi kepada Awakz Media The TPNPB-OPM News melalui Tlpn sambungan dari kampung halaman nya.

Menurut pelaporan ada  informasih  bocoran dari Pihak militer Indonesia TNI-Polri sudah ketahui bahwa akan Operasi Militer besar-besaran di beberapa tempat di Kampung persembujian Warga Pengungsi.
Di antaranya Distrik Yuguru,Distrik Geselama,Distrik Paro dan Distrik Komorowam.

Sentara 4 Distrik tersebut di guncang Isu Operasi militer  dari darat maupun dari udara.

Kondisi tersebut membuat Sementara Masyarakat  di antara 4 Distrik  tersebut satu Distrik  Sudah hampir  Mengungsi Ke Hutan terlebih dahulu sebelum Operasi Militer terjadi

Hal tersebut menurut pelapor perwakilan Masyarakat yang melaporkan kepada awak Media The TPNPB-OPM bahwa :
Warga Paro siap Mengungsi Ke Hutan  ketika Operasi Militer akan terjadi  di Paro Geselama Yuguru dan komorowam.

Menurut Perwakilan Masyarakat tersebut  Bahwa:

Kami sudah trauma dari dulu sampai sekarang kami belum bisa tahan di kampung halaman kami, karena Aparat TNI tetap tembak Kami tetap akan perkosa anak Gadis kami ibu-ibu kami.

Jika sebelumnya saya mewakili seluruh Masyarakat 4 Distrik Tempat pengungsian ini memohon kepada :

1. Seluruh Dominasi  Gereja,Toko Agama di Tanah Papua, Pekerja Ham,Komnas HAM, Pemerintah daerah kabupaten Nduga, dan Pemerintah Provinsi Papua Segera  mendesak Pemerintah Pusat dan Hentikan Operasi Militer besar-besaran di Wilayah Nduga yang kampung tersisa dari Pengungsi Tahun 2018-2019  Lalu.

2.Kepada Seluru Rakyat PAPUA Mohon Pantau Doakan kami  situasi di Ndugama Operasi Militer besar-besaran akan terjadi di 4 Distrik tersisa 11 yang sudah tinggalkan  kampung halaman nya sebagai Pengungsi.

3. Kami mewakili Rakyat Sipil korban Pengungsi dari Tahun 2018 -2019-2020  Pengungsi sisa dari Operasi Militer Memintah Kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB Segera Turun Tangan Kondisi intimidasi terhadap warga sipil di Papua Ndugama oleh militer Indonesia TNI-Polri.

3.Pemeritah Indonesia segera Hentikan Operasi Militer besar-besaran di Tanah Ndugama terutama 4 Distrik Tempat Pengungsi Masyarakat Lokal Ndugama.

Tiga Poin tersebut di atas  adalah kesepakatan Warga Pengungsi dari 4 Distrik mewakilinya.

Menurut laporan Warga setempat tersebut bahwa kami sudah melihat 8 Kali Plait Hellykopter dari Timika menurunkan Pasukan Setan TNI-Polri dengan kekuatan militer canggih Berbagai kesatuan sudah di Turunkan kami Masyarakat Setempat saksi mata sudah melihat jumlah Pasukan TNI-Polri terus menerus di turunkan di Mapnduma membuat Kami warga sipil di Paro sangat Trauma.

Karena Pengungsi dari Mapnduma semua di Paro  sementara Mapnduma itu sudah lama kosong lalu kami akan kemana sambil nada kesal Sampaikan kepada Awak Media The TPNPB-OPM News melalui Tlpn sambungan dari kampung halaman Ndugama.

Dan Sementara Situasi terakir Masyarakat Lokal Ndugama Paro sangat Trauma berdasarkan Isu Operasi Militer besar-besaran tersebut.

Sementara itu Awak Media The TPNPB-OPM News berusaha mewawancarai  Komadan Operasi Kodap III Ndugama Darakma Mayor PEMNE KOGEYA maka menurut Pemne   laporan  Masyarakat Lokal Ndugama Pengungsi tersebut Sangat benar mereka dalam keadaan trauma karena Ada isu dari berbagai kota menjiksa Warga terkait Operasi Militer tersebut.

Karena Distrik Paro Distrik Yuguru Distrik Geselama,Distrik Komorowam Distrik Kuyawagi itu bukan Markas TPNPB-OPM.
yang Jelas Wilayah tersebut bukan merupakan Wilayah Merah melainkan itu daerah Pengungsi.

Jika kami sudah dapat laporan lengkap dari PIS TPNPB-OPM bahwa Pasukan Setan TNI-Polri sudah siap Hellykopter milik angkatan udara sudah pasang Bom balestik dari udara dan semua persiapan Penjerangan  beberapa titik yang di anggap Persembunyian Kami Pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama.

Menurut Pemne Kogeya di sini saya tegaskan Kepada Pemerintah Indonesia yang mau turun Operasi Militer besar-besaran di daerah Tempat Pengungsi Masyarakat Lokal Ndugama adalah melanggar hukum kompenan PBB.

Kami Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama itu tidak tinggal diam Kami ada Perang posisi kami jelas bukan Di tempat Masyarakat Pengungsi bukan Markas TPNPB-OPM jika sebelumnya menuju ke tempat Masyarakat Segera hentikan.

Pemerintah Indonesia perlu ketahui bahwa saat ini Masala Perang antara kedua kombatan bersenjata di Papua Pasukan TPNPB-OPM dan  Pasukan Setan TNI-Polri di Papua itu  sudah di Kanca Internasional jika Pasukan TNI-Polri turun ke tempat pengungsian bukan solusi penjelesaian Komplik di Papua.
Bagimana pun Kami Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma tetap perang terus sampai Papua Merdeka tutur Komadan Operasi Pemne Kogeya.

Jika lebih baik Pemerintah Indonesia pikir baik demi nyawa Pasukan TNI-Polri Pemerintah Indonesia itu sendiri pintahnya.

Pemene Kogeya Komadan Operasi Kodap III Ndugama berpesan kepada Pemerintah Indonesia bahwa:

1.Segera Batalkan Operasi Militer besar-besaran di Tanah Ndugama tempat Persembunyian Warga Sipil Pengungsi di 4 Distrik.

2. Pemerintah Indonesia segera Hentikan Otonomi khusus Papua Jilid II dan Segera Batalkan Pronggram NKRI di Tanah Ndugama dan Papua atas nama negara Indonesia.

3.Kekuatan Militer  model Apapun kami Pasukan TPNPB-OPM Perang sampai Papua Merdeka.

4.TPNPB Perang selama 3 Tahun belakangan ini apa yang di rasakan oleh Pasukan TNI-Polri di lapangan bahwa Sendiri.

Dulu boleh kami takut karena Kami Pasukan baru sekarang kami sudah banyak pengalaman Perang pesan Pemne Kogeya jika kekuatan militer canggih apapun dari Pemerintah Indonesia kami Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma tetap lawan sampai Papua terpisa dari Indonesia.

Demikian laporan dari  Ndugama untuk Kondisi terakir 4 Distrik Maka Seluru Rakyat PAPUA mintah Dukungan doa.

Alguru Ndugama 8 Juli 2021.

Penanggung jawab Komando Daerah Pertahanan Kodap III Ndugama Darakma.
Atas Nama Panglima

Brigjen EGIANUS KOGEYA
=================
Panglima kodap III Ndugama.

Mayor.  PEMNE  KOGEYA
====================
Komadan Operasi  Kodap III Ndugama.

Team Editor: Awak Media The TPNPB-OPM News.

Facebook Comments Box