Rakyat dan Bangsa Papua telah memiliki tokoh berpengaruh Dr. Socratez Yoman

Dr Socratez Sofyan Yoman, MA (President of Baptist Churches in West Papua)
Labour Party MPs Carmel Sepulony (left) and Jenny Salesa (right)

Ini ungkapan tulus dari saya, Kezia Moanly (Wamena, Sabtu, 22 Mei 2020)

“Selama masa karantina, saya kembali membaca beberapa karya Pramudya Ananta Toer dan Tan Malaka. Kedua tokoh ini hidup dalam zaman yang berbeda namun menyuarakan hal yang sama :

Penentuan nasib atas bangsanya sendiri. Karya hebat mereka yang dulunya dikecam penguasa bahkan disingkirkan, kini menjadi sebuah maestro dan digandrungi banyak orang. Bumi Manusia, karya Pramudya Ananta Toer bahkan difilm-kan.

Membaca karya mereka membuat saya kembali melihat perjuangan bangsa Papua dalam penentuan nasib sendiri. Perjuangan ini selalu ditandai dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci yang lantang bersuara ditengah kebisuan.

Sejauh ini, saya melihat Pak Yoman sangat konsisten menyuarakan hal tersebut, lewat buku dan artikel. Hal ini saya saksikan langsung, saat mendengar Khotbah beliau di Gereja Baptis Bahtera dalam penutupan Seminar Departemen Pemuda Baptis. Keras, lugas, tegas. Tidak mencle-mencle. Hampir semua buku yang ditulis beliau sejak tahun 2000 hingga saat ini sudah saya baca.

Saat yang lain memilih diam, beliau secara konsisten meneriaki penguasa lewat buku yang ditulis. Tak jauh berbeda dengan Pram maupun Tan Malaka.

Saya pernah dengar ada yang bilang “Pak Yoman seorang tokoh gereja kenapa urus politik?”

Mungkin orang-orang tersebut belum mendengar atau membaca perjuangan para tokoh gereja untuk bangsanya, seperti Marthen Luther King Jr (Pendeta Baptis) yang berjuang untuk menghapus sistem Apartheid di Afrika. Desmond Tutu, seorang teolog Afrika yang juga menentang sistem Apartheid. Ada lagi Uskup Ximenes Belo yang mendapat Nobel Perdamaian Dunia tahun 1996 karena berjuang untuk penetuan nasib sendiri Timor-Timor (sekarang Timor Leste) secara damai melalui tulisan.

Tidak ada yang salah dengan sikap Pak Yoman. Justru, beliau sudah mengambil sikap yang tepat. Ada berdiri bersama umat Tuhan yang membisu dan terabaikan. Gereja sebagai penyambung lidah Allah bukankah harus terus bersuara ?

Karena kita tidak memiliki Allah yang bisu. Dia bersuara. Dia berbicara. Dia hadir melului orang-orang seperti pak Dr. Yoman.

Hemat saya sebagai orang luar Papua, saya menilai, bahwa rakyat dan bangsa Papua telah memiliki tokoh berpengaruh Dr. Socratez Yoman. Ia sudah sejajar dengan Dr. Marthen Luther King, Jr, Arbishop Desmond Tutu, Uskup Filipe Ximenes Belo. Dari tulisan-tulisan buku-bukunya dan artikelnya mencerminkan, pak Dr. Yoman layak disebut bapak dan guru dan gembala bangsa West Papua.”

Facebook Comments

2 thoughts on “Rakyat dan Bangsa Papua telah memiliki tokoh berpengaruh Dr. Socratez Yoman

Komentar ditutup.