Sikapi Kedatangan Pasukan Non Organik TNI, Masyarakat Papua Minta TPNPB-OPM Gosok Lemak dan Darah Babi di Peluru Senapan Serbu

Pdt Zanambani yang dibunuh TNI di Intan Jaya. Satuan TNI tersebut diduga telah terpapar paham Islam Radikal karena mengincar para tokoh agama Kristen di tempat tugas mereka.@Ist

JAYAPURA, Westpapuanews.Org — Masyarakat Papua meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk menggosok lemak dan darah babi di setiap butir peluru senapan serbu mereka.

Permintaan ini disampaikan perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten di Papua dan Papua Barat melalui Redaksi Westpapuanews.Org, menyikapi kedatangan pasukan Non Organik dari beberapa wilayah Indonesia.

“Kami masyarakat Pegunungan Bintang khususnya di Kiwirok dan Oksibil minta pasukan TPNPB menggosok darah dan lemak babi di peluru, supaya TNI Muslim yang mati tertembak jangan masuk surga,” pinta Bapak Kasipmabin di Oksibil.

Sementara itu warga Sugapa Intan Jaya yang menyaksikan beberapa pembunuhan terhadap tokoh agama mengajukan permintaan yang sama, karena menurut mereka TNI yang suka membunuh para pendeta dan diakon pribumi sudah terpapar paham islam radikal.

“Sesuai paham islam radikal, mereka berpikir membunuh tokoh agama dan masyarakat agama lain pasti masuk surga dan disambut tujuh bidadari, jadi cara untuk menghadapi mereka dan mengirim mereka ke neraka hanya dengan peluru yang sudah digosok darah dan lemak babi,” jelas tokoh masyarakat setempat dengan syarat anonim.

Usulan yang sama juga datang dari tokoh masyarakat Nduga di Mapenduma. “Kita ini sudah korban, ada pendeta yang diculik dan hilang dibunuh. Kami yakin pelaku adalah pasukan TNI yang sudah pakai ideologi islam radikal, jadi TPNPB harap gosok darah dan lemak babi di peluru sebelum baku tembak,” pintanya.

Kedatangan pasukan TNI mayoritas muslim ke Papua adalah dari Yonif Raider 142/KJ berjumlah 400 orang yang dilepas Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suardi, Jumat (18/3/22) kemarin. (Lihat video disini).

Mereka bersenjata dan dilengkapi peralatan tempur anti gerilya. Di Papua pasukan bersenjata ini akan bergabung dengan Satgas Operasi Damai Cartenz Papua.■

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.