Intel TNI Nyamar Jadi Tukang Ojek Dieksekusi Mati Oleh TPNPB Ngalum Kupel

Salah satu Intel TNI yang menyamar sebagai tukang ojek dieksekusi mati oleh pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel di Oksibil. Tampak rekan-rekannya sesama Anggota TNI sedang mengevakuasi jenazah korban.@WPNewsOrg

Westpapuanews.Org, OKSIBIL — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Kodap XV Ngalum Kupel di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan intel TNI yang menyamar sebagai tukang ojek.

Juru Bicara Militer TPNPB Sebby Sambom menjelaskan dalam rilis pers yang diterima Westpapuanews.org, Minggu (8/3/20) kemarin, Intel TNI yang bernasib malang itu dieksekusi mati di Jl Iwur, Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua.

Mengutip laporan Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Brigjen Lamek Taplo dan Komandan Operasi Letkol Temkon Uopdana, Sebby Sambom menyatakan, “Markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Kodap XV Ngalum Kupel melaporkan bahwa pada tanggal 7 Maret 2020, di malam hari sekitar pukul 12:00 Waktu Papua, Pasukan TPNPB telah berhasil bunuh seorang Intel TNI yang selama ini menyamar sebagai tukang ojek”.

Menurut Sebby Sambom, Intel TNI ini dibunuh karena pasukan TPNPB sudah lama mengindentifikasi dirinya dan diketahui bahwa dia anggota TNI menyamar sebagai tukang Ojek.

“Hal tersebut sesuai target Panglima Kodap XV Ngalum Kupel bersama pasukannya yang mana telah melakukan pemetaan pergerakan Pasukan Keamanan Indonesia. Anggota TNI dan POLRI banyak menyamar sebagai tukang ojek dan profesi sipil lainnya sehingga leluasa beraktivitas di tengah-tengah warga,” Jelas Sebby.

Sebby menambahkan, pihak TPNPB Ngalum Kupel telah mengetahui bahwa Intel-Intel TNI/Polri ini menyamar sebagai warga biasa, guna memperoleh informasi tentang posisi dan keberadaan Pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel.

“Dengan melihat pergerakan Intel TNI/Polri yang merajalela ini, maka Panglima TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Brigjen Lamek Taplo mengatakan pihaknya siap menembak mati siapa pun orang Melayu Indonesia dan juga Orang Asli suku Ngalum yang menjadi Intel TNI/POLRI,” jelas Sebby.

Sebby pun menjelaskan, Brigjen Lamek Taplo dan Letkol Temkon Uopdana telah memberi peringatan keras kepada pihak Indonesia bahwa setelah pasukannya berhasil merebut 11 pucuk senjata dari Helikopter M17 milik TNI yang ditembak jatuh maka pihaknya akan tegas dan disiplin guna mengontrol wilayah Pertahanan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel.

“Artinya siapa saja dengan niat jahat masuk ke wilayah kami, maka Kami akan tembak mati. Apalagi Sekarang kami merasa kuat dan nyali kami pun bertambah besar, setelah kami sudah punya senjata yang direbut dari TNI. Dengan demikian, maka Pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel siap mendukung Perang Revolusi dan Perang Pembebasan Nasional sesuai agenda dan target Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat demi mewujudkan cita-cita luhur bangsa Papua, yaitu memperoleh Hak Politik Kemerdekaan bagi Bangsa Papua,” pungkas Sebby Sambom.□

Facebook Comments