Kejahatan Rasisme Polisi Indonesia Menangkap 14 Mahasiswa Papua di Jayapura

Abepura, Jayapura, Papua.
Selasa 10 Agustus 2021.

Gelar aksi damai dihalaman Universitas Cenderawasih untuk solidaritas mahasiswa Papua “Mendesak membebaskan tahanan politik  Viktor F. Yeimo tanpa syarat karena pihak aparat polisi Indonesia telah menerima perintah langsung dari Dan Intel Kapolri Paulus Waterpauw Provocateur memberikan perintah untuk meracuni Victor Yeimo secara perlahan-lahan setelah sukses membunuh Wakil Gubernur Papua Klemens Tinal dan memasang Dance Yulian Flassy untuk melakukan semua eksekusi mati setiap pejabat asli orang Papua yang menjadi penghalang jabatan Gubernur Papua dan juga ingin korupsi setia biaya beasiswa Mahasiswa Papua yang menimbah Pendidikan di luar negeri yang berjumlah triliunan rupiah yang mana sangat didamba-dambakan oleh Paulus Waterpauw provocateur dan criminal koruptor Tito Karnavian yang memanfaatkan hubungan ipar Batak taro istrinya Paulus Waterpauw ditugaskan mengamankan lahan bisnis kelapa sawit di Arso dan Merauke.

14 orang mahasiswa Papua telah melakukan demo damai tetapi Paulus Waterpauw perintahkan untuk menangkap mereka karena kebusukan mantan Kapolda Paulus Waterpauw semakin terkuak setelah dengan suksesnya meracuni Klemens Tinal, sedangkan Lukas Enembe telah diracuni lewat makanan sebanyak lebih dari 5 kali. Tetapi karena Lukas Enembe adalah seseorang yang juju dan selalu membela rakyat Papua maka Tuhan masih memberikan umur panjang. Target berikutnya adalah activists KNPB yang mana saat ini kondisi Vitor Yeimo yang berat badanya, tambah kurus bagaikan tengkorak Victor Yeimo bahkan mengakui bahwa Paulus Waterpauw telah memberikan perintah langsung untuk membunuh Victor Yeimo lewat racun yang telah disiapkan oleh Paulus Waterpauw, Tito Karnavian dan Dance Yulian Flassy.

Viktor F. Yeimo bukan pelaku rasisme dan diskriminatif pada tahun 2019, tetapi merupakan murni rekayasa Tito Karnavian dan Paulus Waterpauw yang kebiasaan menjual orang Papua demi sepiring nasi dan jabatan. Maka dengan itu kami mahasiswa Papua mendesak Negara Indonesia agar segera bebaskan Victor Yeimo tanpa syarat.

Aksi tersebut dimulai pukul 08.00 Waktu Papua,Telah Terjadi Penangkapan Terhadap Aktivis Mahasiswa di Auditorium Uncen. kurang lebih 10 menit aparat kepolisian membubarkan paksa dan menahan 14 Mahasiswa dan membawa ke Polresta Jayapura.
Saat ini 15 Mahasiswa masih ditahan dan menjalani proses oleh pihak kepolisian.

Nama-Nama penangkapan Sebagai Berikut:

1.Vara Iyaba
2. Ayus heluka
3. Kristian adii
4. Amenas Heluka
5. Kristian kobak
6. Apner douw
7. Edison Pigai
8. Ngalum Uropmabin
9. Olizon Pakage
10. Lepania ronggi
11. Amsal peyon
12. Yabet degei
13. Yulian adii
14. Vian Gobai

Sampai saat ini, kawan kawan aktivis Mahasiswa Papua di Jayapura, masih di Polresta kota Jayapura.

Mohon Advokasi.

Ruang Demokrasi selalu dibungkam, mulai dari titik (target tertentu) bahkan didalam Kampus pun Polisi hendak masuk dengan menggunakan peralatan senjata lengkap. Negara masih terus mengabaikan DEMOKRASI.

Beberapa Dokumentasi terkait Aksi hingga pembubaran paksa dan penangkapan.