Mengerikan, TNI Mutilasi Anak-Bapak di Nduga dan Sandera Jenazah, Ketua OPM : Presiden Joko Widodo Segera Bertanggungjawab!

Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berseragam TNI. Pose ini menunjukan naluri militer Sang Presiden Jokowi dan pendekatan militer yang dia terapkan di Papua, kontras dengan sikap dan gaya bicaranya yang terlihat lemah lembut.@WPNewsOrg

Westpapuanews.Org, KENYAM/NDUGA — Ribuan pasukan TNI yang terbukti tidak mampu berhadapan dengan puluhan pasukan TPNPB Kodap III Ndugama dibawah pimpinan Brigjen Egianus Kogoya kembali menjadikan masyarakat sipil sebagai sasaran.

Pada Sabtu (18/07/2020), Satuan TNI yang ditugaskan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memutilasi dua warga Kabupaten Nduga, Papua, di Kenyam. Ternyata mereka yang dimutilasi adalah seorang anak bernama Selu Karunggu (18) dan Bapaknya Elias Karunggu (34).

Setelah dimutilasi, jenazah keduanya disandera di Pos TNI sehingga pihak keluarga dan masyarakat umum tidak bisa mengambil jenazah dan menanyakan alasan pembunuhan sadis tersebut.

Sebuah video amatir menunjukan warga Nduga di Kenyam kesulitan melihat jenazah Elias Karunggu dan anaknya Sellu Karunggu yang sudah dimutilasi dan disandera pihak TNI.@Youtube

Kejadian mengerikan ini dibeberkan Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak setelah dia mendapat laporan dari Papua Intelligent Services (PIS) wilayah Kodap III Ndugama.

“Kami telah mendapatkan laporan resmi oleh kurir Papua Intelligent Services secara langsung dari kabupaten Ndugama bahwa pasukan TNI telah mengejar, menangkap, dan menyiksa hingga membunuh kedua warga sipil seorang bapak dan anaknya, yaitu Elias Karunggu 34 Thn (Bapa) dan Selu Karunggu 18 Thn (Anak),” kata Bomanak kepada Westpapuanews.Org .

Bomanak mengatakan, TNI telah melanggar hukum perang internasional karena selalu membunuh warga sipil bangsa Papua. “Kami mengutuk tindakan kejam dan biadab oleh militer Indonesia di Ndugama,” tegas Bomanak.

Bomanak membeberkan, hingga laporan sampai ke meja kerjanya, kedua jenazah bapak dan anaknya masih ditahan TNI, sehingga pihaknya secara tegas meminta Presiden Jokowi untuk bertanggungjawab.

“Kedua jenazah bapak dan anak
terkasih yang telah dipotong-potong itu masih ditahan oleh pihak TNI, maka
dengan tegas kami nyatakan kepada presiden Joko Widodo untuk segera bertanggung jawab terhadap kedua nyawa warga sipil bangsa Papua ini,” tegas Bomanak.□

Facebook Comments