Ketua OPM : Kapolda Papua Jangan Terlalu Otoriter Terhadap Bangsa Papua

Ketua Organisasi Papua Merdeka Jeffrey Bomanak.@WPNewsOrg

Westpapuanews.Org, VICTORIA — Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak meminta Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw agar tidak otoriter terhadap bangsa Papua. Permintaan ini dilayangkan Bomanak dari Markas Besar Victoria menyusul terbitnya pernyataan Paulus Waterpauw di berbagai media massa yang menolak Petisi Rakyat Papua Tolak Otsus Jilid II.

Jeffrey Bomanak dalam posisinya selaku Ketua Organisasi Induk Perjuangan Bangsa Papua menegaskan 5 poin khusus yang ditujukan kepada Pemerintah Indonesia dan Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw.

Pertama, Pemerintah Indonesia dari Presiden, Kapolri, Panglima TNI hingga Pangdam dan Kapolda Papua dan Papua Barat, harus memberikan ruang demokrasi kepada rakyat Papua agar menetukan keinginannya sendiri, apakah rakyat mau melanjutkan Otsus Jilid II atau kami ada pilihan untuk menentukan nasib sendiri berdasarkan hukum-hukum yang berlaku secara universal.

Kedua, Pemerintah Indonesia sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, supremasi hukum daan keadilan harus menjadi negara yang mampu mencari solusi secara transparan dalam menanggapi aspirasi Rakyat Sipil Papua sebagai Rakyat yang memiliki hak penuh atas wilayah bangsa Papua.

Ketiga, Negara Indonesia secara dewasa dalam berdemokrasi harus menunjukan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia harus siap berbicara bersama Rakyat Bangsa Papua di tingkatan Internasional, karena masalah Papua adalah masalah Internasional yang belum selesai.

Keempat, Kami menolak dengan tegas sikap-sikap negara yang mengedepankan kekuatan militer dan tindakan teror, intimidasi terhadap rakyat Papua menjelang beberapa kegiatan guna menolak Otsus Jilid II oleh Jakarta bagi bangsa PAPUA.

Kelima, Jika terjadi tindakan-tindakan pembungkaman aspirasi rakyat Papua dan Indonesia dengan sengaja menciptakan konflik maka kami akan meminta intervensi Internasional menangani masalah Papua dalam waktu secepatnya.

Bomanak mengakhiri lima poin ini dengan menandaskan bahwa perjuangan organisasi sipil bangsa Papua adalah perjuangan damai dan bermartabat yang mengimplementasikan nilai nilai, Kemanusiaan, Demokrasi, Adat dan nilai-nilai kebenaran Firman Allah.

“Maka itu negara Indonesia melalui Kapolda Papua harus menjadi solusi dalam mengakomodir tuntutan tulus rakyat bangsa Papua kepada pemerintah Indonesia,” pungkas Bomanak.□

Facebook Comments