Papua Militant International Dukung Pembebasan Abdullah Ocalan

Demonstrasi menuntut pembebasan pemimpin politik Kurdi Abdullah Ocalan di London, Inggris.@Ist.

LONDON, Westpapuanews.org — Sebuah demontrasi dekat Jembatan Westminster di London pada Minggu (12/2/22) kemarin dengan bendera West Papua terlihat berdampingan dengan bendera dan spanduk Kurdi menunjukkan solidaritas sejati bangsa Papua untuk bangsa Kurdi. (Nonton video disini)

Hal ini disampaikan Serogo Tabuni dari Papua Militant International ketika dihubungi Westpapuanews.Org pada Senin (13/2/22) siang.

Menurut Serogo aksi demonstrasi ini dilakukan untuk memperjuangkan dan menuntut pembebasan pemimpin politik bangsa Kurdi Abdullah Ocalan yang ditangkap dan dipenjara oleh rezim jahat Turki sejak 23 tahun silam, tepatnya pada 15 Februari 1999.

Serogo mengatakan pemenjaraan dan isolasi Ocalan di pulau Imarli di lepas pantai Turki lebih buruk dari pemenjaraan dan isolasi Nelson Mandela di pulau Robben oleh rezim Afrika Selatan ketika praktek apartheid membolehkan minoritas imigran kulit putih menjajah mayoritas bangsa Afrika Selatan.

Mengutip Clare Baker dari UK Trade Union Freedom For Ocalan Campaign, Serogo mengatakan, Abdullah Ocalan sering disebut Nelson Mandela dari Timur Tengah, perlakuan terhadap Ocalan memiliki banyak kesamaan dengan penahanan Nelson Mandela di Pulau Robben, namun, menurut pengacara Mandela, Essa Moosa, isolasi Ocalan lebih buruk dari pada Mandela.

“Mandela setidaknya diizinkan menemui pengacaranya sedangkan sejak penculikan dan penahanannya, Ocalan sebagian besar dikutuk untuk menjalani isolasi total dengan sedikit atau tanpa akses ke pengacara atau keluarganya. Sampai sekarang, tidak ada yang mendengar kabar dari Ocalan sejak Maret 2021 ketika dia diizinkan melakukan panggilan singkat dengan saudaranya, dan antara 2015 dan 2019 dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan pengacaranya, memiliki pengunjung, atau kontak apa pun dengan dunia luar,” ucap Serogo.

Sejak 2016, ribuan politisi, guru, jurnalis, aktivis, dan anggota serikat pekerja Kurdi telah dipenjara, banyak di antaranya karena berbagai hukuman seumur hidup yang mencerminkan hukuman Abdullah Ocalan.

“Sama seperti bangsa Papua yang dituduh oleh rezim penjajah Indonesia sebagai teroris dan perjuangan mereka untuk pembebasan sebagai bentuk terorisme, tuduhan terorisme juga digunakan oleh negara Turki untuk menghukum siapa pun yang menentangnya, dan khususnya mereka yang mendukung gagasan Ocalan tentang perdamaian, kebebasan, dan kesetaraan,” kata Serogo.

Abdullah Ocalan adalah simbol kuat dari keinginan rakyat Kurdi untuk perdamaian. Dia mendirikan gerakan pembebasan Kurdi pada tahun 1974 sebagai tanggapan terhadap penindasan militer terhadap Kurdi oleh Turki, dan meskipun dipengaruhi oleh ide-ide Marxis, dia telah mengembangkan ide-ide ini dan mengubah politik gerakan pembebasan dengan ide-ide baru berdasarkan pembebasan perempuan, ekologi, dan demokrasi akar rumput sebagai alternatif negara bangsa.■