Pidato Ketua OPM-TPNPB Jeffrey Bomanak Memperingati HUT ke-47 TPNPB – OPM

Ketua OPM Jeffrey Bomanak (tengah) besama Ken Mondiai (kiri) dan Tony Mafuka (kanan).@WPNewsOrg

Westpapuanews.Org, MARKAS VICTORIA — Hari ini, Kamis, 26 Maret 2020, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang merupakan sayap militer resmi dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) genap berusia 47 Tahun. Sayap militer OPM ini secara resmi berdiri pada 26 Maret 1973 berdasarkan Konstitusi 1 Juli 1971 Negara Republik West Papua.

Berikut pidato Ketua OPM-TPNPB Jeffrey Bomanak yang diterima Westpapuanews.Org via Surat Elektronik :

TUJUH BELAS RIBU SERATUS LIMA PULUH LIMA HARI TPNPB OPM DARI RESISTENSI MENUJU REFORMASI MASIH TETAP KONSISTEN MENJALANKAN AMANAT KONSTITUSI 1 JULI 1971 MELAWAN KOLONIALIS, KAPITALIS DAN IMPERIALIS UNTUK PAPUA MERDEKA DAN BERDAULAT. TPNPB BERTAHAN, MELAWAN DAN PASTI MENANG, 47 TAHUN HUT TPNPB-OPM, 26 MARET 1973 – 26 MARET 2020.

Syukur BagiMu Tuhan, Hai Tanahku Papua.

Sejarah mencatat dan mewartakan bahwa 17,155 Hari yang lalu tepatnya tanggal 26 Maret 1973 lahirlah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat berdasarkan Konstitusi 1 Juli 1971, demikian bunyi pasalnya:
“Berdasarkan Undang-Undang Dasar atau Konstitusi Sementara Negara Republik Papua Barat pada tanggal 1 Juli 1971, yang terdiri dari VIII Bab dan 129 Pasal, maka pada Bab V Tentang Pertahanan dan Keamanan, dan pada Pasal 105, Ayat (1) yang menyatakan bahwa Pembentukan Angkatan Perang Republik West Papua akan terdiri dari militer sukarela dan militer wajib ditetapkan dengan Undang-Undang, dan pada Ayat (2) yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Angkatan Republik West Papua adalah Army, Navy dan Air Force”.

Berdasarkan Pasal 105 maka pada tanggal 26 Maret 1973 telah dibentuk Tentara Pembebasan Nasional yang disingkat TPN, yang terdiri dari Panglima Tinggi, Panglima Daerah dan Staff serta prajurit yang sampai hari ini masih bertahan di markas daerah masing-masing dan berjuang.
Peristiwa penting sejarah terbentuknya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ini terjadi pada 17,155 Hari yang silam, proses sejarah ini memiliki nilai yang sangat sangat konsisten dalam menjaga eksistensi perjuangan bangsa Papua hingga detik ini terbukti bahwa Kolonialis Indonesia, Kapitalis Barat dan Imperialisme tidak mampu merebut West Papua secara total dari genggaman pasukan TPNPB-OPM.

Eksistensi deklarasi negara West Papua berdasarkan konstitusi 1 Juli 1971 adalah Jiwa dari amanah lahirnya embrio 1 Desember 1961 oleh pemerintah kolonial Belanda berdasarkan Resolisi Umum PBB No 1514 yang memberikan legalitas dan legitimasi lahirnya negara West Papua, maka itu segala macam bentuk konspirasi politik, atas kepentingan ekonomi para kapitalis, imperialis dan kolonialis dalam New York Agreement 15 Augustus 1962 yang didalamnya mengandung Kontrak Karya Freeport 7 April 1967, dan pelaksanaan PEPERA 1969 yang di take note sepihak di PBB dengan label 2504 adalah cacat hukum dan moral maka integrasi kolonial Indonesia sejak 1 Mei 1963 dengan kekuatan militer TNI adalah ILEGAL, TIDAK SAH BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL.

ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM) adalah roh dari perjuangan bangsa Papua, dengan penuh rasa hormat, dengan tetasan darah dan air mata, OPM memberikan pujian mulai kepada seluruh pasukan pasukan dan seluruh pemimpin-pemimpin militer TPNPB yang merupakan pelopor-pelopor utama bagi perjuangan bangsa Papua dengan dedikasi tinggi telah mengorbankan harta benda dan nyawa hingga mempertahankan TPNPB selama 17,155 Hari terhitung 47 Tahun sejak 26 Maret 1973 hingga 26 Maret 2020.

Penderitaan dan pengorbanan mama-mama serta anak-anak revolusi di medan pertempuran hanya bertahan teguh dengan kebenaran dan komitmen dalam keadaan hujan, panas di medan pertempuran telah menumbuhkan nilai-nilai soliditas bagi eksistensi militer TPNPB Selama 47 Tahun.

TPNPB SUDAH BUKTIKAN BAHWA MAMPU BERTAHAN DAN MELAWAN SELAMA 47 TAHUN.

Kenapa dan mengapa fikir banyak dan ragu-ragu, kenapa harus bikin militer baru, kenapa harus bikin undang-undang baru untuk menciptakan musuh baru secara internal dan eksternal, mengapa harus bikin banyak deklarasi, kenapa harus bikin banyak komando, kenapa harus hancurkan kekuatan kami atas nama persatuan, kenapa harus hancurkan hukum hukum revolusi yang sudah ada?

Kalau TPNPB salah, dimana letak kesalahan kami, kalau kami tidak mampu dan kuat kenapa kami bisa bertahan dan melawan selama 17,155 hari hingga dunia dan Indonesia mengakui KEKUATAN DAN KETANGGUHAN KAMI SELAMA 47 Tahun?

Pada kesempatan ini kami menyampaikan banyak terimakasih kepada Almahrum Brigadir Jenderal Zeth Jafet Rumkorem sebagai sang deklarator bangsa Papua, kami menyampaikan banyak terimakasih kepada J.H Prai sebagai kepala Senat pemerintahan Republik West Papua, Dan kepada Tuan Than Sentai sebagai Mentri keuangan Kabinet 1 Juli 1971, dan juga kepada diplomat terbaik almahrum Ben Tanggahma yang mampu membangun diplomasi OPM-TPNPB di Senegal dan Vanuatu, dan juga kepada semua senior- senior yang masih hidup dan sudah meninggal dalam medan perjuangan dimana saja anda berada.

Kami mengingat kembali dedikasi kalian yang memberikan inspirasi kepada kami saat ini, pada kesempatan ini dengan tulus kami katakan bahwa kami sudah kuat selama 47 Tahun, OPM-TPNPB tidak akan berubah, dengan alasan apapun akan dipertahanan sebagai Organisasi Induk perjuangan bangsa Papua yang memiliki legitimasi tertinggi terhadap perjuangan bangsa Papua hingga Papua Merdeka dan berdaulat menjadi kenyataan sesuai cita-cita luhur bangsa Papua untuk Merdeka dan berdaulat.

TPNPB-OPM sekarang sudah solid dan kuat, namun bukan hanya solid dan kuat tetapi TPNPB-OPM sekarang semakin mengkristal dan mampu mengidentifikasikan siapa musuh dan lawan, proses menuju kemurnian ini menelan waktu, pengorbanan dan komitmen, hal ini bukan terjadi begitu saja, TPNPB memiliki proses-proses demokrasi internal dalam pertemuan-pertemuan tertentu hingga bisa terjadi semua event-event penting yang telah di terima secara bersama bahwa proses Konggres TPNPB di Biak tahun 2012 dan Sidang Darurat di Marvic OPM-TPNPB pada tahun 2015 hingga melahirkan kepemimpinan Baru MARVIC OPM-TPNPB dalam Sidang Istimewa pada 2017 serta konsolidasi TPNPB-OPM di Ilaga adalah proses demokrasi internal yang solid menuju Sidang Umum OPM-TPNPB yang akan dilaksanakan dalam Tahun ini.

Jenderal Goliat Tabuni, Komandan Operasi umum May-Jen Lekagak Telenggen, Brigadir Jenderal Militer Murib, Brigadier Jenderal Egianus Kogoya, Mayjen Yikwanak Orelek, Brigadier Jenderal Demianus Yogi, Mayjen Bonny Jiren dan Wiro Mangganok, yang di back-up oleh perwira-perwira tinggi May-Jen Tiben Y Pagawak, May-Jen Terianus Sato, dan tokoh-tokoh Politik OPM-TPNPB, Tapol Napol Saul J Bomay, Tuan Yusak Pakage serta tuan Juru Bicara TPNPB-OPM tuan Sebby Sambom, Diplomat OPM-TPNPB Tuan Amatus Douw, Nyonya Leonie Tanggahma, Tuan Lewis Prai Wellip serta seluruh tim kerja OPM-TPNPB Markas Victoria dan tim kerja KOMNAS TPNPB OPM memberikan jaminan kepada seluruh Rakyat Papua bahwa kami siap membawa perjuangan ini menempuh jalur POLITIK , HUKUM dan MILITER menuju West Papua yang Merdeka dan berdaulat penuh.

Penghormatan penuh kepada Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bahwa OPM-TPNPB menyadari gebrakan dan tekanan gerakan sipil merupakan instrumen penting menuju soliditas OPM-TPNPB kian kuat dan kokoh. OPM-TPNPB, KNPB dan AMP adalah Satu dalam Ideologi perjuangan berdasarkan Konstitusi 1 Juli 1971 maka itu proses-proses penyatuan ke depan akan menjadi tanggungjawab bersama menuju persatuan yang terstruktur dan terorganisir.

Kondisi kini perang TPNPB- OPM TUTUP FREEPORT MCMORAN dan SERANGAN virus Corona adalah vocus kita di depan mata, tidak ada kata terlambat dan menyerah, kita sudah buktikan bahwa 47 Tahun kita mampu bertahan dan Melawan.
Seluruh organisasi- organisasi perjuangan Rakyat Sipil, harus bersatu padu satukan kekuatan perlawanan menuju perlawanan yang terstruktur dan terorganisir bersama OPM-TPNPB sebagai Organisasi Induk perjuangan bangsa Papua yang memiliki legitimasi tertinggi terhadap perjuangan bangsa Papua untuk Merdeka dan berdaulat.

Atas nama kebenaran sejarah perjuangan panjang bangsa Papua bersama OPM sebagai Organisasi Induk perjuangan bangsa Papua dan TPNPB sebagai Sayap Militer TERKUAT dalam perjuangan bangsa Papua, kami menyampaikan SELAMAT MERAYAKAN HUT TPNPB-OPM yang ke 17,155 Hari tepatnya 26 Maret 1973 – 26 Maret 2020, 47 Tahun TPNPB HIDUP, BERTAHAN, MELAWAN hingga PASTI MENANG.

Salam Nasional Bangsa Papua ONE PEOPLE ONE SOUL.

Markas Besar OPM-TPNPB Victoria, 26 Maret 2020.

PENANGGUNG JAWAB POLITIK PERJUANGAN BANGSA PAPUA

KETUA OPM-TPNPB

JEFFREY BOMANAK

Facebook Comments