Suster Gabriela Meilani Tewas Karena Bunuh diri Jatuh ke Jurang

FAKTA: SUSTER GABRIELA MEILANI BUKAN DIBUNUH, JATU KE JURANG SAAT TAKUT KE HUTAN

Dari sejumlah kronologi, Suster alm. Gabriela Meilan (22) meninggal saat melarikan diri ke hutan lalu jatuh ke jurang dan tak terselamatkan.

Kita semua sangat turut berduka atas kejadian ini. Lantas kita mesti memahami peristiwa pegubin dengan seksama lalu menempatkan pelaku langsung dan tak langsung atas meninggalnya alm. suster Meilan.

Dengan berani ingin menegaskan bahwa TPN PB bukan “pelaku langsung” atas meninggalnya Suster Meilani. TPN PB bukan subjek yang menarik pelatuk senjata lalu menewaskan alm. Suster Meilani. TPN PB sebagai pelaku tak langsung. Sebab pemicuh serangan ke rumah sakit itu Tenaga medis bersenjata yang menarik pelatuk senjata dan menewaskan 1 orang anggota TPN PB. Kejadian itu lah yang memancing amarah kawan-kawannya (TPN PB) lalu melakukan tindakan cepat ke lokasi pelaku yang berada di lingkungan Rumah sakit.

Ia meninggal dalam proses menyelamatkan diri bersama rekan-rekannya 8 orang dan warga setempat. Ia meninggal karena jatuh ke jurang dalam insiden itu.

Saya tidak tahu apa kah tenaga medis yang bertugas di medan operasi militer (ada aturan yang) mengharuskan/mengizinkan membawa senjata atau tidak. Lalu memberikan izin/perintah menarik pelatuk dalam kondisi apa? Apa kah sebagai tindakan melindungi para tenaga medis dan para pasien yang berada dalam acaman TPN PB atau kondisinya apa saat Ia menarik pelatuk Senjata itu? Ini belum jelas.

Lalu peristiwa ini kita berpendapat bahwa TPN PB salah dan beranggapan Papua akan damai tanpa TPB PB. Itu juga keliru.

Jika West Papua mau dan terjadi kedamaian, itu kelalaian bahkan Negara Indonesia yang tak punya niat dan kemauan untuk mencari jalan keluarnya. Rakyat West Papua sudah dan selalu mendorong solusi penyelesaian atas persoalan west Papua secara damai dan semokratis, yakni penentuan nasib sendiri. Sebab itu akibat dari sejarah pemaksaan West Papua ke dalam Indonesia.

Kita semua menginginkan kedamaian terjadi di west Papua. Tetapi Jakarta yang tak mau hal itu terjadi. Pendekatan Militeristik menjadi pola pendudukan, mempertahankan kekuasaan yang menindas. Sudah puluhan ribu rakyat West Papua yang mati dalam operasi kriminal bersenjata TNI-POLRI

Facebook Comments Box