TPNPB Kodap III Darakma Ndugama Menembak Mati 5 Anggota Indonesia Criminal Bersenjata TNI-POLRI di Kali Bomid

The TPNPB OPM NEWS

Hari ini Tanggal 21 Maret 2021
Perang Lanjutan tanggal 20/3/2021 pada pukul 07:00 WIT malam.

Selanjutnya Tanggal 22 Maret 2021 terjadi Kontak Senjata antara Pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan TNI-Polri di kali Bomid membuat 5 Anggota criminal bersenjata TNI-POLRI Tewas.


Kronologis kejadian:


Tanggal 15 dan 16 Maret pemerintah terrorist Indonesia mengeluarkan pesawat pengintai berbentuk Herlkules atau Pesawat tempur untuk mengintai Markas Batalion Alguru selama 2 hari
ternyata pasukan khusus dari pemerintah terrorist Indonesia sudah menuju ke Markas Batalion Alguru menuju ke Jalan Raya Momugu lewat danau Habema.
Namun Pasukan TPNPB-OPM pimpinan Brigjen EGIANUS KOGEYA sudah siaga satu di Kali Bumid dari pagi sampai pukul 07:17 WIT Ndugama.
Dalam Kontak senjata malam itu 2 orang anggota criminal bersenjata TNI-POLRI tewas di tangan TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama.


Perang tersebut bertahan hingga pagi hari namun untuk sementara tidak ada korban jiwa bagi pejuang pembela kebenaran tanah Papua TPNPB-OPM sebab tanah dan alampun tahu jika anak-anaknya sedang berjuang demi mengusir pejajah NKRI ditanah Papua serta mempertahankan tanah air dari perampok kriminal bersenjata TNI-POLRI. Anehnya pasukan terrorist TNI-POLRI lari ketakutan kaki pukul pantat ketika mendengar tembakan TPNPB-OPM.


Perang terus berlanjut hingga pukul 13:25 WIT siang hari dan pasukan gerilyawan TPNPB berhasil menembak mati 3 Anggota kriminal bersenjata TNI-POLRI tewas ditempat, hanya demi mengamankan kepentingan para pejabat militer NKRI yang sangat enak duduk dikantor, dikota yang tugasnya memberikan perintah kepada pasukan berpangkat rendah sehingga mudah sekali untuk diexploitasi bagi petinggi-petinggi mereka. Kita juga kasihan sekali melihat pasukan yang pangkat rendah ini mati cuma-cuma bagi elite-elite pejabat militer dan politisi mereka di Jakarta. Sementara situasi di lapangan pasukan pangkat rendah medapatkan tembakan dari pasukan khusus TPNPB-OPM yang tembakannya selalu mengenai sasaran dikepala. Akibatnya banyak pasukan criminal bersenjata TNI-POLRI yang telah mengalami luka-luka berat masih belum diketahui sekarang ini sehingga kami memberikan peringatan dan tanda khusus buat mereka agar menyadari dosa mereka serta menyadarinya untuk kembali ke Indonesia jika mereka kasihan keluarga mereka, saudara kalian mengharapkan kalian untuk membantu kekurangan biaya hidup keluarga anda sebab kami juga kasihan dengan pasukan criminal bersenjata TNI-POLRI jika nyawa hidup mereka sebagai alat kepentingan serta demi hawa nafsu para jenderal terrorist Indonesia.


Dalam insiden itu Pasukan kriminal bersenjata TNI-Polri melepaskan 2 Helikopter memasuki Wilayah tanda Merah sebelah kiri kanan dari Kabupaten Nduga untuk mengevakuasi korban pasukan mereka yang telah gugur cuma-cuma demi kenaikan pangkat serta kematian mereka tidak ada nilainnya dimata pemerintah criminal Indonesia sebab mereka semua mati demi menjajah, membunuh dan merampok tanah Papua. Kami pasukan TPNPB-OPM rasa kasihan dengan beberapa pasukan criminal bersenjata yang mana 5 anggota TNI-POLRI telah tewas di kali Bomid.

Pasukan criminal bersenjata TNI-POLRI masuk sekitar pukul 04:20 WIT dan melepaskan tembakan serangan udara, sehingga pasukan berani mati TPNPB-OPM Kodap III DARAKMA Ndugama tidak mundur sejengkalpun. Walau kenyataan dilapangan anggota kriminal bersenjata TNI-POLRI sangat kesulitan dan ketakutan menghadapi sepak terjang pasukan siluman TPNPB-OPM pembela kebenaran dan keadilan.

Walaupun TNI-POLRI berusaha setengah mati, sambil menggunakan beberapa peralatan senjata yang cangih buatan negara Israel, Australia, America dan negara Eropa demi mengamankan kepentingan tambang emas mereka, perkebunan kelapa sawit, dan pembukaan pertambangan emas di Intan Jaya yang adalah milik perusahaan yang sama (Freeport Mining company) sehingga sangat sedih ketika aparat TNI-POLRI hanya mati demi untuk mengamankan kepentingan investasi-investasi asing, sementara hasil perang tersebut beberapa perwira tinggi di Papua telah mendapatkan promosi jabatan, seperti contoh kasus mantan Kapolda Papua Paulus Waterpauw, Tito Karnavian, Menteri- Menteri Indonesian berserta Presiden Indonesia terbaik sebagai pembunuh yang berdarah dinggin terrorist Joko Widodo yang sangat pintar tapi sangat halus dan licik sekali seperti ular berkepala 7.

Namun usaha yang sia-sia dari anggota kriminal bersenjata TNI sangat kehilangan akal, banyak yang dari mereka berak celana dan kencing celana karena ketakutan sebab gerak-gerak TPNPB bagaikan hantu dan siluman yang tidak bisa dilihat dengan mata mereka. Akibatnya TNI-POLRI tidak berhasil mendaratkan kedua Helikopter mereka ditanah karena sangat ketakutan dan gementar dengan pasukan siluman TPNPB-OPM sedang melakukan siaga satu sepanjang pinggir kali Bomid di Ndugama. Semuanya lari terbirit-birit kekota sebab tidak tahan dengan permainan kotor pimpinan mereka yang seenaknya mau mengorbankan nyawa-nyawa mereka demi kenaikan pangkat dan jabatan yang selalu saja kelas menengah mendapatkan keuntungan dari situasi perang inikan President Joko Widodo kriminal bersama anggota militer orde lama masih berkuasa sangat senang sekali selalu saja memanfaatkan Papua sebagai lahan bisnis mereka dan uang bagi kepentingan pribadi mereka. seperti contoh kasus permainan kotor Paulus Waterpauw isap dan korbankan darah-darah anak Papua untuk dapat 3 Bintang. Tito Karnavian demi usaha pribadinya dilahan perkebunan kelapa sawit atas nama orang lainnya di wilayah Arso dan Merauke kerja sama dengan Keuskupan Agung Merauke serta memanfaatkan anak Papua yang sedang menduduki posisi Direktor Korindo Group di Papua berkedudukan di Merauke tugasnya mengamankan asset kriminal mantan anggota criminal jenderal-jenderal TNI-POLRI di perusahaan kelapa sawit sekaligus menyiapkan gadis-gadis Papua demi pelayanan nafsu berahinya beserta jenderal-jenderal tersebut.


Sampai berita ini di turunkan.
Menurut Panglima Kodap III DARAKMA Ndugama Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA mengatakan Siap bertanggung jawab semua peristiwa ini karena ketika pemerintahan fasis dan terrorist Indonesia yang ingin terus menjajah, merampok dan membunuh rakyat biasa yang tidak berdosa selama ini. Sebab itu demi keadilan dan kebenaran pembebasan tanah Papua maka kami tidak akan gentar dan mundur satu langkahpun demi penyelamatan tanah leluhur, alam semesta, mahkluk hidup diatas tanah dan rumah kami maka sebagai pejuang murni dan sejati siap bertanggung jawab kata Panglima Kodap III Ndugama, Brigjen EGIANUS KOGEYA


Demikian laporan Panglima kodap III DARAKMA Ndugama.

Ndugama 21 Maret 2021

Brigjen Egianus Kogeya

Panglima kodap III DARAKMA Ndugama.

Pemne Kogeya

Komadan Operasi Kodap III DARAKMA Ndugama.

Tim Editor The TPNPB OPM NEWS.

Facebook Comments Box