DEKAI, Westpapuanews.Org — Tujuh Intelijen Indonesia yang disusupkan oleh Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan Satgas Ops Damai Cartenz ke lokasi pendulangan emas di Kali I Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo akhirnya berhasil dieksekusi TPNPB pada Selasa [16/10].
Mereka adalah Udin [Sulsel], Maun [Sulsel], Ardi [Sulsel], Hendra [Sulsel], Anju [Batak], Appe [Sulsel], Siger [Sulsel].
Juru bicara TPNPB Sebby Sambom menyebutkan, eksekusi terhadap tujuh penyamar itu dilakukan oleh pasukan khusus TPNPB Kodap III Ndugama dan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
“Tentara Pembebasan Nasional Papua Varat TPNPB Kodap XVI Yahukimo bertanggung jawab atas pembunuhan
terhadap 7 anggota Intelejen TNI [Polri] pekerja tambang emas ilegal, dan operasi ini dilakukan oleh pasukan gabungan yaitu TPNPB Kodap III Ndugama Dan TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” kata Sebby dalam rilis resmi TPNPB, Selasa [17/10].
Sebby mengatakan, pihaknya telah berulang-kali mengingatkan warga sipil asal Indonesia yang bekerja sebagai tukang, pekerja proyek dan penambangan ilegal untuk tinggalkan wilayah konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI/Polri.
“Jka masih kepala batu maka TPNPB tidak akan kompromi. Dan nyawa anda TPNPB tidak bertanggungjawab.
Oleh karena itu, kepada warga sipil non Papua [Imigran Indonesia] jangan anda mendengar TNI/Polri yang mereka mempekerjakan kalian, tapi nyawa kalian mereka [TNI/Polri] tidak bisa ganti,” kata Sebby.
Sebby pun meminta imigran Indonesia untuk tinggalkan Papua dan mendesak Indonesia untuk berunding dengan bangsa Papua untuk mencari solusi penyelesaian konflik.
“Oleh karena itu sekali lagi semua warga sipil [pendatang] di Yahukimo dan semua wilayah Papua segera tinggalkan Papua. Negara segera buka ruang [untuk] berunding dengan bangsa papua guna mencari solusi [penyelesaian konflik].
“Sekali lagi kami TPNPB tidak main- main peringatan ini menjadi perhatian serius untuk orang indonesia yang cari makan di Papua,” tegas Sebby. [W]