Jelang HUT RI Ke-75, TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tembak Pesawat Trigana Air di Bandara Oksibil

Panglima TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Brigjen Lamek Taplo dan Komandam Operasi Letkol Temkon Uopdana (berkaca mata).@WPNewsOrg

Westpapuanews.Org, OKSIBIL — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XV Ngalum Kupel menembak pesawat milik maskapai Trigana Air di Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua pada hari ini, Minggu (16/08/2020) pada pukul 09.00 WIT.

Penembakan ini terjadi di tengah gencar-gencarnya Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dan TNI-Polri memaksa masyarakat setempat mengikuti perayaan HUT kemerdekaan RI yang ke-75, memperingati hari bersejarah versi Indonesia ketika pada 17 Agustus 1945 silam, NKRI yang berwilayah dari Sabang sampai Amboina mendapat hadiah kemerdekaan dari Jepang.

“Komandan batalyon Meme Yason Mimin melaporkan bahwa pasukannya berhasil tembak pesawat Trigana Air sebanyak tiga kali sebelum mendarat di Bandara Oksibil,” kata Juru Bicara KOMNAS TPNPB Sebby Sambom.

Mengutip Nason Mimim, Sebby mengatakan pasukan TPNPB menembak pesawat penumpang sipil ini karena mengangkut pasukan militer TNI dan POLRI.

“Saat ini kami tembak pesawat penumpang Trigana Air karena angkut Pasukan Militer yaitu anggota TNI POLRI, maka kami target itu, dan menyangkut adanya korban masyarakat atau tidak itu tanggungjawab TNI POLRI karena kami tetap tembak,” kata Nason Mimin.

Kepada Westpapuanews.Org, Sebby Sambom mengatakan laporan lengkap kejadian penembakan ini akan menyusul.

Kodap XV Ngalum Kupel sebagai penghubung kawasan Pegungungan Tengah Papua dan Pantai Selatan Papua kini mulai aktif melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah kolonial NKRI.

Pada 28 Juni 2019 lalu mereka berhasil menembak jatuh Helikopter TNI Jenis MI 17 beberapa saat setelah helikopter itu lepas landas dari bandara Oksibil menuju Jayapura. Akibat penembakan itu 12 personel TNI tewas bersama ambruknya si capung besi buatan Rusia tersebut.

Ke-12 korban tewas adalah : Kapten CPN Aris (pilot), Letnan Satu CPN Bambang sebagai flight engineer (pilot),
Letnan Satu CPN Ahwar (co pilot), Sersan Kepala Suriatna (T/I), Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika), Prajurit Kepala Dwi Purnomo (mekanik), Prajurit Satu Asharul (mekanik), Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), dan Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4).

Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Brigjen Lamek Alipky Taplo, telah menyatakan bertanggungjawab atas penembakan Helikopter yang dinyatakan hilang itu.

Beberapa waktu lalu Jubir Sebby Sambom mempublikasikan foto-foto Brigjen Taplo dan pasukannya yang terlihat memamerkan beberapa jenis senjata dan amunisi milik TNI yang diambil dari bangkai Helikopter.

TPNPB adalah sayap militer Organisasi Papua Merdeka atau OPM. OPM merupakan organisasi tertua dan induk dari semua organisasi gerakan perlawanan yang ada di tanah Papua.

Namun banyak kelompok meninggalkan, bahkan menyangkal OPM, mengikuti propaganda dan konspirasi modal asing yang menuduh gerakan bersenjata Papua Merdeka yang dipimpin OPM sebagai gerakan teroris yang akan menjadi musuh dunia Barat.

Untuk menampik semua tudingan menyesatkan terhadap OPM dan sayap militernya, OPM berhasil membenahi struktur sipil dan militernya dan mulai efektif melancarkan perang pembebasan dan diplomasi politik dalam 6 tahun terakhir.□

Facebook Comments